A320 neo

                                       Pesawat a320 neo



Pesawat airbus a320 neo diluncurkan pada tanggal 1 desember 2010 pesawat ini diluncurkan karna ingin memperbarui pesawat a320 yang lama banyak perubahan yang dilakukan oleh airbus seperti bentuk sayap dan mesin.Dari sisi aerodinamika, Airbus menambahkan desain sayap yang melengkung di ujungnya (Sharklet) untuk mengurangi drag akibat turbulensi udara yang terjadi di ujung sayap.Dengan berkurangnya drag (daya hambat), maka bahan bakar yang dibutuhkan untuk melaju (thrust) menjadi lebih irit .Dari sisi kemampuan mesinA320neo memiliki mesin yang lebih irit bahan bakar dibandingkan pendahulunya a320 neo, sdibandingkan pesawat pendahulunya a320. a320neo lebihsedikit mengeluarkan emisi, menghasilkan daya jelajah yang lebih jauh,

Jika Airbus memiliki program A320neo, maka pesaing beratnya asal Amerika Serikat, Boeing juga melakukan hal yang sama dengan program B737 MAX. Pesawat seri 737 generasi terbaru Boeing itu rencananya akan terbang perdana pada tahun 2016.

Langkah yang dilakukan Airbus dalam melakukan peremajaan A320-nya tersebut selain untuk memenuhi hitung-hitungan di sisi bisnis, juga didorong oleh kesepakatan di antara pelaku industri penerbangan yang tergabung dalam IATA (International Air Transport Association).

Pada sidang IATA 2009 lalu di Kuala Lumpur, pelaku-pelaku dunia penerbangan berkomitmnen untuk tidak lagi menambah emisi karbon yang dihasilkan oleh industri penerbangan mulai 2020 nanti, walau jumlah frekuensi penerbangan diprediksi akan terus meningkat.
Lebih lanjut, pelaku industri penerbangan juga berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan sebanyak 50 persen pada 2050, dibandingkan dengan tingkat emisi karbon pada 2005.

Keunggulan a320 neo
Apa yang dilakukan oleh Airbus dalam program peremajaan armada A320-nya tak lepas dari dukungan pemasok mesin, yaitu Pratt & Whitney dan CFM.
Jika Airbus melakukan perombakan desain kabin dalam A320neo, sehingga mampu mengangkut kapasitas 20 kursi lebih banyak dibanding A320 saat ini, sehingga konsumsi bahan bakar per penumpangnya menjadi lebih hemat 20 persen, maka CFM dan Pratt & Whitney melakukan inovasi dari sisi kemampuan mesin yang memberi tenaga generasi terbaru A320 itu.
Menurut Pratt & Whitney,konsumsi bahan bakar yang rendah dari mesin seri PW1100G yang dipakai A320neo secara signifikan mengurangi emisi karbon.PW1100G dipasangkan dengan desain aerodinamika baru rancangan Airbus diharapkan bisa mengurangi emisi karbon sebanyak 16 persen, jumlah yang selama ini belum bisa dicapai oleh pesawat sekelas yang beroperasi saat ini.
Jumlah 16 persen itu oleh Pratt & Whitney setara dengan 3.600 metrik ton emisi, atau setara dengan menanam 900.000 pohon, per pesawat per tahun.Mesin pembakaran Talon X di dalamnya diklaim menghasilkan gas Nitrous Oxide (NOx) lebih rendah antara 30 hingga 50 persen.

Dalam hal kebisingan, mesin PW1100G dalam A320neo juga dirancang bisa mengurangi suara bising sebesar 75 persen, atau sekitar 20 desibel lebih rendah dibanding standar saat ini.
Apa artinya dengan suara bising yang lebih rendah ini? Bagi maskapai, mereka bisa memangkas biaya kebisingan dan terbang lebih rendah di rute-rute yang lebih pendek.
Bagi bandara-bandara, suara bising yang rendah memungkinkan mereka beroperasi lebih lama sehingga bisa meningkatkan revenue tanpa merugikan lingkungan sekitar.
Sementara bagi penumpang, mereka bisa menikmati kabin yang lebih senyap. A320neo diklaim memiliki kebisingan 85 desibel atau sekitar 50 persen lebih senyap dari generasi A320 saat ini.
Produsen mesin lain untuk A320neo, yaitu CFM saat ini masih menguji seri CFM56-nya yang digadang-gadang lebih irit bahan bakar dan emisi karbon sebesar 15 persen dibanding mesin-mesin jet saat ini, serta menghasilkan gas Nitrous Oxide (NOx) lebih rendah hingga 50 persen.


Komentar